Judi Bola Resmi - Beppe Marotta menjelaskan bagaimanya akhirnya Juventus berani ambil risiko menggantikan Antonio Conte dengan Massimiliano Allegri di tahun 2014 lalu. Menurutnya Bianconeri sama sekali tak ragu dengan karakter yang dimiliki Allegri sehingga tak berpikir panjang untuk akhirnya memutuskan.
Allegri menggantikan Conte ketika pramusim baru saja dimulai. Padahal Conte berhasil membawa Si Nyonya Tua berjaya lagi dengan memenangi Scudetto secara back to back.
Latar belakang yang mendasari keputusannya meninggalkan Turin adalah sudah tidak adanya kesepahaman antara manajemen klub dengan dirinya. Hal itu terkait dengan kebijakan transfer yang menurut Conte tidak bersinergi dengan filosofi sepakbolanya.
Keputusan mengangkat Allegri sebagai pengganti Conte pun tak sepenuhnya mulus. Banyak cercaan yang melanda klub khususnya dari para pendukung mereka sendiri, mengingat Allegri sendiri baru kehilangan pekerjaan lima bulan sebelumnya, setelah dipecat AC Milan.
“Itu merupakan momen yang sangat sulit untuk kami, karena kami mengakhiri kontrak dengan Conte di hari kedua latihan pramusim,” kata direktur Marotta kepada Sky Sport Italia.
“Kami bergerak sangat cepat untuk menyelesaikan masalah dan menemukan pelatih yang sesuai dengan profil Juventus. Kami adalah tim di balik layar yang bekerja sama dan cenderung setuju dengan suara bulat pada [keputusan mengangkat Allegri],”
“Pada saat itu, untuk tidak mengurangi rasa hormat pada Allegri, ada beberapa pilihan mumpuni yang tersedia, tapi kami semua memutuskan dengan suara bulat bahwa dia mewakili profil pelatih Juventus yang sesuai,”
“Mungin kami pada akhirnya beruntun karena kami mendapat Massimiliano dan dia sudah siap.”
Dalam perjalanan di musim keempatnya, Allegri sudah berhasil mengantarkan Scudetto tiga kali secara beruntun. Link Alternatif Sbobet Tiga kali juga untuk masing-masing trofi Coppa dan Supercoppa Italiana. Ia bahkan hampir menorehkan tinta emas di ajang Champions League, setelah menjadi runner-up di musim perdananya menangani si Nyonya Tua.
Seiring berjalannya waktu, pemain bintang silih berganti masuk mengisi skuat La Vecchia Signora. Musim ini terbilang cukup berat bagi Juventus, karena beberapa pemain andalan kurang tampil cemerlang seperti biasanya.
Allegri pun sempat menuai kontroversi atas keputusannya mencadangkan pemain-pemain seperti Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain. Namun Marotta menyebut langkah Allegri kurang lebihnya adalah untuk kepentingan tim, bukan masalah personal.
“Ini adalah kredit untuk Presiden Andrea Agnelli, yang telah memberikan dukungan serta kebebasan kepada pelatih untuk mengambil keputusan. Allegri membuktikan dirinya tidak hanya ke level Juventus, tapi juga seluruh adegan sepakbola,” tutupnya.







0 comments:
Post a Comment